Di Sini Tempatnya, Taman Balekambang and Taman Sawa Turu Jurug
Seperti tahun-tahun sebelumnya, spesial Lebaran banyak
dimanfaatkan pelaku industri pariwisata di Kota Solo untuk menarik wisatawan
berkunjung. Berbagai perbaikan mulai fisik hingga persiapan manajemen pun
dilakukan pengelola tempat wisata.
Seperti Kawasan Wisata Taman
Balekambang.
Taman Balekambang, persisnya terletak di sisi utara Stadion Manahan, tak jauh dari Terminal Bus Tirtonadi dan Stasiun Balapan melakukan penambahan pintu masuk taman.
Taman Balekambang, persisnya terletak di sisi utara Stadion Manahan, tak jauh dari Terminal Bus Tirtonadi dan Stasiun Balapan melakukan penambahan pintu masuk taman.
Pintu masuk dibangun di sisi
utara taman tepatnya eks SPBU Balekambang di Jalan Ahmad Yani adalah untuk
mempermudah akses masuk pengunjung dari luar Solo.
Sebelumnya, hanya mengandalkan pintu utama di sisi timur taman, seiring perkembangan kini ruang publik peninggalan Raja Keraton Mangkunegaran, KGPAA Mangkunegara VII dapat diakses dari pintu manapun.
Sebelumnya, hanya mengandalkan pintu utama di sisi timur taman, seiring perkembangan kini ruang publik peninggalan Raja Keraton Mangkunegaran, KGPAA Mangkunegara VII dapat diakses dari pintu manapun.
Tak kalah seru, berbagai permaianan tradisional tempo dulu, seperti dakong, congklak, egrang, gangsingan, gobaksodor dan lainnya pun ada di Taman Balekambang. Wahana permainan anak, ada mini monkay, wisata air, out bound dan lainnya juga dapat dinikmati para pengunjung yang datang.
Selain bernostalgia dengan susana tempo dulu, lidah pengunjung juga dimanjakan dengan sajian makanan tradisional dalam helatan festival kuliner tradisional. Ada soto gerabah, pecel ndeso, dan kuliner tradisonal lainnya.
“Semua itu kami konsep dengan kegiatan Bakdan Ing Balekambang. Kegiatan ini kami buka mulai 28 Juli-3 Agustus mendatang,” ungkap Kepala UPTD Kawasan Wisata Taman Balekambang, Endang Sri Murniati di kantornya belum lama ini.
![]() |
| Kandang gajah TamanSatwa Taru Jurug Solo |
Endang mengungkapkan, Bakdan Ing
Balekambang bertujuan untuk mengajak pengunjung seolah memasuki ruang waktu
Solo pada masa lalu.
Ia menceritakan, Taman Balekambang dibangun pada mada KGGPA Mangkunegara VII untuk kedua putrinya, yaitu GRAy Partini Husein Djayaningrat dan GRAy Partinah Sukanta. Kedua putrinya itu dapat dilihat pada patung yang ada di taman.
Ia menceritakan, Taman Balekambang dibangun pada mada KGGPA Mangkunegara VII untuk kedua putrinya, yaitu GRAy Partini Husein Djayaningrat dan GRAy Partinah Sukanta. Kedua putrinya itu dapat dilihat pada patung yang ada di taman.
Partini Tuin atau Taman Air Partini terdapat kolam resapan yang luas dan juga berfungsi untuk penampungan air. Kolam ini juga bisa digunakan untuk wisata air dengan menggunakan perahu.
Sedangkan Partinah Bosch atau
Hutan Partinah merupakan area yang dipenuhi dengan berbagai tanaman dan
pohon-pohon langka, seperti kenari, beringin putih dan lain sebagainya.
Partinah Bosch berfungsi sebagai paru-paru kota.
“Sebelum menjadi taman publik, Taman Balekambang digunakan untuk tempat rekreasi keluarga dan kerabat Istana Mangkunegaran.”
![]() |
| Kandang kera Taman Satwa Taru Jurug Solo |
Lebih lanjut Endang mengatakan,
sesuai dengan himbauan Walikota Solo, FX Hadi Tudyatmo khusus pada 29-30 Juli
Taman Balekambang dibuka mulai pagi pukul 08.00 WIB-21.00 WIB.
“Kami mentargetkan selama libur Lebaran pengunjung yang datang sebanyak 21.000 orang. Dari event (Bakdan Ing Balekambang) Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang kami dapatkan sebesar Rp33 juta,” terang Endang.
Sementara, Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) melakukan kegiatan syawalan. Kegiatan dihelat rutin setiap tahun diharapkan mampu meningkatkan wisatawan yang berkunjung ke kebun binatang (Bonbin) terbesar di Kota Bengawan itu. Semua persiapan sudah mencapi 100 persen.
Direktur TSTJ, Lilik Kristianto mengatakan, pekan syawalan TSTJ menyiapkan sedikitnya 12 wahana permainan anak-anak dan ditambah dengan satu wahana baru yakni flying fox yang akan melintas di tengah telaga.
“Harga tiket masuk selama pekan syawalan kami mematok sebesar Rp15.000/orang,” terang Lilik.
Selain permainan anak, ada hiburan dangdut, 35 stand bazar dan 30 stand produk. Ia mengatakan, pekan syawalan ditutup dengan kirab perjalanan Joko Tingkir dengan peserta dari prajurit Keraton Solo serta melibatkan sejumlah elemen masyarakat.
“Kami mentargetkan pengunjung bisa mencapai 60.000 orang. Berdasarkan evaluasi tahun lalu target 60.000 pengunjung yang datang hanya 52.000 pengunjung.”
Lebih lanjut, dengan target pengunjung 60.000 maka target pendapatan TSTJ dapat mencapai Rp1 miliar.
“Berbagai fasilitas dan pendukung semua telah dilakukan perbaikan supaya lebih nyaman dan aman bagi para pengunjung yang datang kesini.”(bib)











No comments:
Post a Comment