![]() |
| Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo bagikan sembako |
Kegiatan
diselanggarakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengan, melalui Badan
Ketahanan Pangan (BKP) bekerjasama dengan Pemerintah Kota (pemkot) Solo ini,
bertujuan untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok menjelang datangnya Lebaran.
Pantauan di lapangan, kegiatan dimulai sekitar pukul 08.00 WIB langsung diserbu warga yang sebagian besar ibu-ibu rumah tangga. Sambil membawa kupon, ibu-ibu rumah tangga ini rela mengantre hanya untuk mendapatkan paket sembako dengan harga yang realtif murah.
Karena satu paket sembako hanya dijual dengan harga Rp50.000 per paket, dari harga semula Rp86.000. Satu paket sembako berisi beras sebanyak lima kilogram, gula dua kilogram, dan minyak goreng 1 kilogram. Tidak sampai siang hari, ribuan paket sembako bersubsidi langsung habis diserbu warga.
Salah seorang warga, Siti Umi Rokayah, mengaku senang dengan adanya bazar pasar murah. Bahkan, agar dapat membeli kebutuhan yang diinginkan, Siti rela datang tepat kegiatan dimulai.
“Senang, Mas. Soalnya juga sangat membantu kita untuk mendapatkan kebutuhan sehari-hari. Kalau membeli di pasar harganya sudah mahal,” katanya. Siti berharap, kegiatan serupa dapat kembali digelar di Kelurahan Sondakan.
Panitia kegiatan, Sunarno mengatakan, bazar pasar murah diikuti sebanyak 45 stand. Terdiri 25 stand pangan, dan 20 stand non pangan dengan didukung stand dari Dinas Pertanian, Dinas Perdagangan, Dinas Perikanan, Kantor Ketahanan Pangan, dan pihak swasta.
“Ada yang menjual sembako, ikan, minyak goreng, pakaian, kebutuhan dapur, dan buah-buahan hasil dari pertanian di masing-masing daerah di Jawa Tengah,” jelasnya.
Dia
menambahkan, kegiatan ini merupakan yang kedua kalinya dilakukan dengan menjual
sebanyak 1.200 paket sembako bersubsidi kepada masyarakat.
“Sebelumnya telah dilakukan di Ungaran, Semarang dan terkahir akan dilakukan di Magelang.”
Sementara Kepala BKP Provinsi Jawa Tengah, Witono menambahkan, sasaran bazar pasar murah ini adalah warga kurang mampu. Sehingga harga kebutuhan yang dijual dalam kegiatan itu dibawah harga pasar.
“Memang
sasaran ini kita tujukan kepada warga yang kurang mampu. Apalagi menjelang
Lebaran ini harga kebutuhan pokok di pasaran naik.”(bib)








No comments:
Post a Comment