![]() |
| Kepala BKP, Witono tabuh gong |
Badan
Ketahanan Pangan (BKP) Provinsi Jawa Tengah menjamin stok beras di gudang Bulog
Jawa Tengah selama Ramadan dan menjelang datangnya Lebaran aman. Bahkan,
persedian beras itu melebihi stok ideal atau Minimum Stock Requirement (MSR)
mencapai 172 ribu ton.
“Kebutuhan
beras ini cukup untuk lima bulan ke depan. Jadi masyarakat jangan khawatir
masalah stok beras Lebaran nanti,” terang Kepala BKP Provinsi Jawa Tengah,
Witono seusai melaunching Pangan
Segar Bersertifikat dan Bazar Pasar Murah di Lapangan Sriwaru, Kelurahan
Sondakan, Kecamatan Laweyan, Selasa (23/6), kemarin.
Disamping
itu, Witono juga menjamin stok beras di masyarakat hingga delapan bulan ke
depan aman, karena sampai saat persedian beras ini mencapai 1,9 juta ton.
Artinya penyebaran beras merata dan tidak terkonsentrasi di satu wilayah saja.
Meski
demikian, stok beras itu akan segera didistibusikan ke seluruh wilayah di Jawa
Tengah. Jika beras itu terlalu lama disimpan di gudang Bulog, kata Witono akan
merusak kualitas beras. Akibatnya, beras menjadi apek dan tidak enak untuk
dikonsumsi.
“Kita
minta Bulog untuk segera mendistribusikan beras itu. Supaya tidak terlalu lama
disimpan di gudang. Pendistribusian ini kita juga melibatkan BKP di seluruh
wilayah Jawa Tengah.” Kerjasama ini, lanjut Witono untuk memantau agar selama
pendistribusian beras berlangsung tidak ada kekurangan maupun kelebihan.
Sementara
disinggung harga beras menjelang Lebaran, Witono mengaku ada sedikit kenaikan.
Namun, kenaikan harga itu dinilai masih dalam batas wajar, antara 5-10 persen.
“Kalau
nanti ada informasi kenaikan yang tidak wajar, kita bersama dengan Bulog dan
dinas terkait akan melakukan operasi pasar. Supaya kenaikan itu tidak terlalu
merugikan masyarakat. Apalagi menjelang Lebaran,” jelas dia. Witono
menyebutkan, Jawa Tengan mengalami surplus beras sebesar 11,6 juta ton di Tahun
2015.
“Artinya,
persediaan beras ini mampu untuk mencukupi kebutuhan masyarakat di seluruh Jawa
Tengah.”(bib)








No comments:
Post a Comment