Antusias
masyarakat untuk menukarkan uang pecahan baru untuk kebutuhan Lebaran semakin
tinggi. Terbukti, baru pekan pertama bulan Ramadan masyarakat yang menukarkan
uang pecahan baru di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KpwBI) Solo mencapi
Rp844,9 miliar atau sekitar 31,36 persen.
Hal itu diungkapkan Kepala KPwBI
Solo, Ismet Inono kepada wartawan di kantornya, Kamis (25/6), kemarin.
“Dari
Rp844,9 miliar uang pecahan baru yang sudah disalurkan ke masyarakat sebanyak
Rp388,2 miliar. Pecahan Rp100 ribuan Rp278 miliar, pecahan Rp50 ribuan Rp60,5
miliar, pecahan Rp20 ribuan Rp57,2 miliar, pecahan Rp10 ribuan, Rp43,2 miliar
dan pecahan Rp5 ribuan serta sisanya sebesar Rp17 hingga 18 miliar untuk
pecahan Rp1000 dan Rp2000,” terang Ismet.
Menurut
Ismet, untuk mencukupi kebutuhan masyarakat saat Lebaran, KpwBI Solo tahun ini
menyediakan sebanyak Rp2,8 triliun hingga Rp2,9 triliun. Jumlah ini hampir sama
dengan yang disediakan pada Lebaran tahun lalu. Namun, mengingat perekonomian
Indonesia saat ini sedang mengalami kemerosotan, jumlah penukaran uang pecahan baru
diperkirakan tidak lebih seramai tahun lalu.
“Jumlah
pecahan yang paling banyak diminati masyarakat penukar adalah Rp5 ribuan, Rp10
ribuan, dan Rp20 ribuan.”
Guna
memenuhi kebutuhan masyarakat yang menukarkan uang pecahan baru, KPwBI Solo
melakukan kerjasama dengan sejumlah perwakilan bank umum di Solo. Seperti Bank
Mandiri, BRI, BNI, Bank Jateng, dan BCA. Sementara untuk wilayah di luar Kota
Solo dilayani Bank Jateng. Masing-masing bank diberikan jatah penukaran sebesar
R4,7 miliar setiap harinya.
“Jumlah
penukar uang pecahan baru kemungkinan naik sedikit. Soalnya masalah ekonomi
juga sangat mempengaruhi penukaran uang,” kata dia.
Masyarakat
yang ingin menukarkan pecahan baru dapat dilayani sebanyak dua kali dalam satu
minggu yakni Selasa dan Kamis. Tetapi mulai 2 Juli 2015, layanan penukaran uang
bisa dilakukan setiap hari.(bib)








No comments:
Post a Comment