Memberikan Insprirasi & Informasi

Dinas Perhubungan Solo Lakukan Pemeriksaan Angkutan Lebaran 2015



Tiga perusahaan otobus (PO) di Kota Solo dilakukan pemeriksanaan oleh tim Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Solo, Rabu (1/7) kemarin.
Diantaranya, Ketiga PO Rajawali, Mulya Indah dan Muncul.

Menurut Kepala Bidang Teknis Sarana dan Prasarana Dishubkominfo Solo, Arief Handoko, pemeriksaan aramada angkutan Lebaran dilakukan untuk mengetahui apakah bus itu layak jalan atau tidak.

“Pemeriksaan ini untuk mengetahui apakah armada bus itu laik jalan atau tidak. Selain itu, juga untuk mengantisipasi angka kecelakaan,” kata Arief saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) di PO Rajawali Sumber, Banyuanyar.

Arief mengatakan, pemeriksaan itu meliputi body bus, rem, lampu, mesin, spion, ban, chasis dan lainnya. Kelengkapan administrasi seperti KIR, Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan izin trayek juga tak luput dari pemeriksaan petugas.

“Tadi (kemarin) ada sejumlah bus yang APAR-nya sudah habis kita minta untuk diganti. Kemudian untuk armada bus yang tidak laik jalan kita minta untuk tidak dijalankan, karena sangat berbahaya,” papar dia.

Dia menambahkan, untuk Lebaran tahun ini ada puluhan unit bus, baik antar kota antar propinsi (AKAP) maupun antar kota dalam propinsi (AKDP) yang disediakan. Penyediaan ini dimaksudkan untuk mengurangi tingkat tunggu pemudik Lebaran saat pulang kampung.

“Semua armada angkutan Lebaran kita pastikan dalam kondisi baik.”
Meski demikian, pemeriksaan armada angkutan Lebaran akan terus dilakukan hingga menjelang datangnya Lebaran. Pasalnya, H-7 Lebaran Dishubkominfo akan melakukan uji petik laik jalan terhadap seluruh armada beserta awaknya.

Sementara itu, Pemilik PO Rajawali, Krisjanto mengatakan, seluruh armada yang dimiliki tidak akan dikeluarkan untuk angkutan Lebaran. Dari 36 armada yang dimiliki hanya 34 armada yang digunakan untuk angkutan Lebaran. Meliputi 22 armada AKAP jurusan Solo-Bandung- Sukabumi dan 12 armada AKDP jurusan Solo-Semarang.

“Para pemudik yang memilih menggunakan angkutan umum sudah menurun. Tidak seperti tahun-tahun lalu. Jadi tidak semuanya kita keluarkan,” katanya.

Menurunnya penumpang lanjut Krisjanto, disebabkan banyaknya mobil murah yang kini hadir di Indonesia. Disamping itu, kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada para pemilik angkutan umum. Sehingga membuat PO banyak yang gulung tikar.
Share:

No comments:

Post a Comment

Popular Posts

Pengin Nulis. Powered by Blogger.

Labels

Blog Archive

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.