Tiga
perusahaan otobus (PO) di Kota Solo dilakukan pemeriksanaan oleh tim Dinas
Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Solo, Rabu (1/7)
kemarin.
Diantaranya, Ketiga PO Rajawali, Mulya Indah dan Muncul.
Diantaranya, Ketiga PO Rajawali, Mulya Indah dan Muncul.
Menurut
Kepala Bidang Teknis Sarana dan Prasarana Dishubkominfo Solo, Arief Handoko,
pemeriksaan aramada angkutan Lebaran dilakukan untuk mengetahui apakah bus itu
layak jalan atau tidak.
“Pemeriksaan
ini untuk mengetahui apakah armada bus itu laik jalan atau tidak. Selain itu,
juga untuk mengantisipasi angka kecelakaan,” kata Arief saat melakukan inspeksi
mendadak (Sidak) di PO Rajawali Sumber, Banyuanyar.
Arief
mengatakan, pemeriksaan itu meliputi body bus, rem, lampu, mesin, spion, ban,
chasis dan lainnya. Kelengkapan administrasi seperti KIR, Surat Tanda Nomor
Kendaraan (STNK) dan izin trayek juga tak luput dari pemeriksaan petugas.
“Tadi
(kemarin) ada sejumlah bus yang APAR-nya sudah habis kita minta untuk diganti.
Kemudian untuk armada bus yang tidak laik jalan kita minta untuk tidak
dijalankan, karena sangat berbahaya,” papar dia.
Dia
menambahkan, untuk Lebaran tahun ini ada puluhan unit bus, baik antar kota
antar propinsi (AKAP) maupun antar kota dalam propinsi (AKDP) yang disediakan. Penyediaan
ini dimaksudkan untuk mengurangi tingkat tunggu pemudik Lebaran saat pulang
kampung.
“Semua
armada angkutan Lebaran kita pastikan dalam kondisi baik.”
Meski
demikian, pemeriksaan armada angkutan Lebaran akan terus dilakukan hingga
menjelang datangnya Lebaran. Pasalnya, H-7 Lebaran Dishubkominfo akan melakukan
uji petik laik jalan terhadap seluruh armada beserta awaknya.
Sementara
itu, Pemilik PO Rajawali, Krisjanto mengatakan, seluruh armada yang dimiliki
tidak akan dikeluarkan untuk angkutan Lebaran. Dari 36 armada yang dimiliki
hanya 34 armada yang digunakan untuk angkutan Lebaran. Meliputi 22 armada AKAP
jurusan Solo-Bandung- Sukabumi dan 12 armada AKDP jurusan Solo-Semarang.
“Para
pemudik yang memilih menggunakan angkutan umum sudah menurun. Tidak seperti
tahun-tahun lalu. Jadi tidak semuanya kita keluarkan,” katanya.
Menurunnya
penumpang lanjut Krisjanto, disebabkan banyaknya mobil murah yang kini hadir di
Indonesia. Disamping itu, kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada para
pemilik angkutan umum. Sehingga membuat PO banyak yang gulung tikar.








No comments:
Post a Comment