Sejumlah
warga Solo melakukan aksi menolak dana aspirasi anggota dewan sebesar Rp20
miliar di gelaran car free day (CFD)
Jalan Slamet Riyadi, Minggu (28/6), kemarin.
Dalam
aksinya, dua orang warga bernama Mulyoto, 57, dan Slamet Widodo, 56, membawa
poster bertuliskan Dana Aspirasi No Way
dan Becik Ketitik Ala Ketoro. Keduanya berjalan di tengah kerumunan
pengunjung di Jalan Slamet Riyadi, tepatnya di depan Grha Wisata Sriwedari.
Secara
bergantian, warga Sumber, Banjarsari dan Timuran, Serengan ini menyerukan
kepada pengunjung untuk ikut serta menolak dana aspirasi. Karena merupakan
bentuk korupsi gaya baru yang dilakukan oleh para anggota dewan.
Pasalnya,
selama ini para anggota dewan telah digaji dengan menggunakan uang rakyat yang
jumlahnya tidak sedikit. Namun, bukannya bekerja untuk menampung serta
memperjuangkan aspirasi rakyat, justru semakin merampok uang rakyat dengan
Usulan Program Pembangunan Daerah Pemilihan (UP2DP).
“Itu
akal-akalan anggota dewan saja. Wong
mereka bekerja setiap bulannya sudah digaji puluhan juta, belum lagi
tunjangannya yang lain. Kok ya masih
kurang dan minta jatah uang lagi. Bagaimana tanggung jawab mereka dengan
rakyat,” terang Mulyoto ketika ditemui seusai melakukan aksinya.
Sehingga,
lanjut Mulyoto, sudah seharusnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menolak
dan tidak menandatangi pengesahan dana aspirasi itu. Sebab tidak sesuai dengan
rencana pemerataan pembangunan nasional pemerintah.
Disamping
itu, tugas pokok dan fungsi (tupoksi) DPR selama ini adalah membuat dan
mengesahkan peraturan. Bukan mengurusi dan mencampuri kewenangan pemerintah.
Warga
lain, Setya Utama, 60, menambahkan, kinerja anggota dewan selama ini belum
sesuai dengan tupoksi. Bahkan, banyak anggota dewan yang mementingkan urusan
pribadi dari pada rakyat. Padahal pada waktu kampanye mereka berlomba-lomba
menarik simpatik rakyat dengan janji-janjinya. Namun setelah terpilih apa yang
dijanjikan itu tidak direalisasikan.
“Tolak
saja dana aspirasi DPR sebesar Rp20 miliar. Itu (DPR) mengada-ngada dan lebay.
Kinerjanya saja belum pas, mau minta dana aspirasi sebesar itu,” tegas Setya.(*)







No comments:
Post a Comment