Memberikan Insprirasi & Informasi

Lebih Dekat dengan Musanif, Penerima Becak Listrik (2/habis)



Ingin Jadikan Becak Listrik sebagai Becak Wisata

Keinginan Musanif (49) untuk memiliki becak listrik akhirnya kesampaian juga. Kini pria tiga anak itu berencana ingin memanfaatkan becak listrik pemberian Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan sebagai becak wisata dan khusus angkutan penumpang. Seperti apa?



Kedatangan becak berwarna merah putih dengan body sisi kanan bertuliskan Ahbaabul Mustofa Soloraya ke alamat Kenteng Sawah RW 007 Semanggi Pasar Kliwon sontak membuat heboh masyarakat sekitar.

Bagaiman mana tidak, biasanya becak dijalankan dengan cara dikayuh, kali ini dioperasional dengan mesin listrik melalui baterai. Pertama kali datang, warga tak jauh dari tempat tinggalnya berbondong-bondong melihat becak listrik, itu.

Tidak hanya itu, ketika digunakan untuk menarik penumpang, sejumlah pengguna jalan yang melintasi becaknya seketika berhenti. Mereka itu heran dengan bentuk becak itu. Bahkan, ada seorang pengguna jalan berhenti begitu melihat becak listrik milik Sanif. Pemilik mobil mewah itu turun dan mengajak Sanif untuk berfoto bersama dengan becak listriknya.

“Ya, tetangga pada datang ke rumah melihat becak listrik saya. Soalnya ini kan baru pertama kali di Solo dan hanya dua orang saja yang memilikinya, saya dan teman saya satu pengajian namanya, Sama’i warga Mentrodanan,” terang Sanif.

Meski mendapatkan becak listrik yang pastinya lebih mewah dibandingkan becak pertamanya, Sanif tak lantas melupakan becak usangnya begitu saja. Sebab, sebelum mendapatkan becak listrik itu, Sanif selalu menggunakan bacak usangnya untuk mencari nafkah bagi keluarganya.

Setiap pagi sekitar pukul 08.00 WIB hingga 12.00 WIB, Sanif mencari nafkah dengan ditemani becak usangnya itu. Meski hasilnya yang didapat tidak seberapa, Sanif tetap bersyukur masih diberikan kesehatan.

“Kalau lagi pas ramai penumpang, ya Rp50.000 bisa saya dapat, tetapi kalau lagi pas sepi paling-paling Rp25.000-Rp30.000 per hari.”

Karena di Solo belum ada, Sanif berencana ingin memanfaatkan bacak ramah lingkungan itu sebagai angkutan wisata. Ia pernah membawa bacaknya ke Alun-Alun Utara (Alut) Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Pertama masuk, langsung diserbu warga yang berada di dalam alun-alun.

Mereka kagum dan heran dengan kedatangan becak pemberian Bos Jawa Pos, itu. Begitu kagumnya, banyak warga yang berada di Alut ingin mencobanya.

“Pernah becak listrik ini saya bawa ke Alut. Banyak yang ingin menaikinya. Sekali putaran saya pasang tarif Rp10.000.”

Namun demikian, Sanif mengaku masih terkendala dengan perizinan. Karena apabila ada pendatang baru harus mengurus izin masuk dengan pihak yang ada di keraton.

“Saya masuk ke Alut baru sekali itu, kemudian saya tidak lagi kesana karena harus mengurus izin terlebih dahulu,” ungkap dia.

Kendati kesulitan izin, tidak membuat Sanif berhenti begitu saja. Bacak listriknya tetap ia manfaatkan untuk menarik penumpang.

Sanif mengaku, becak listriknya itu mampu bertahan hingga dua jam perjalanan. Jika baterainya habis Sanif terpaksa harus mengayuhnya dengan kaki. Dia mengaku kesulitan saat mengisi baterai becaknya. Pasalnya, charger yang digunakan untuk mengisi baterai itu hanya satu. Itu pun katanya digunakan secara bergantian dengan temannya.

Charger-nya itu kan cuma satu, mas. Jadi agak sulit digunakan ngecas sehari-hari. Biasanya kalau baterainya habis saya negcasnya malam. Soalnya kalau siang itu digunakan oleh teman saya. Biasanya tiga jam sudah penuh baterainya,” papar dia.

Lebih jauh, Sanif berharap bisa diberikan charger tambahan oleh Dahlan Iskan. Sehingga dirinya tidak merasa kesulitan apabila batera becaknya habis.

“Ya maunya dikasih lagi, soalnya selama ini sering gantian dengan teman.”(bib)

Share:

No comments:

Post a Comment

Popular Posts

Pengin Nulis. Powered by Blogger.

Labels

Blog Archive

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.